10 Februari 2014

Celana Dalam filter kentut

Sebuah produsen celana dalam bermerek Shreddies membuat produk inovatif berupa celana dalam yang mampu menyaring bau kentut. Produk ini mungkin akan menjadi solusi bagi mereka yang selalu bermasalah dengan bau kentut.

Gizmodo, Senin (21/10/2013), memberitakan bahwa celana dalam ini bisa membuat siapa pun kentut tanpa mengganggu orang lain yang ada di dekatnya dan tanpa perlu merasa baru saja menaruh sebuah "bom".

Celana dalam itu mampu menyaring kentut karena bahannya, bernama Zorflex. Bahan tersebut punya pori-pori banyak. Pori-pori itu memungkinkan bau diserap dan dinetralkan. Bahan ini mampu menetralkan bau kentut hingga 200 kali lebih kuat dari kentut biasa.

Rencananya, produsen celana dalam itu akan menjual produknya seharga sekitar Rp 400.000 untuk celana dalam pria model boxer. Sementara, celana dalam untuk wanita akan dijual dengan harga sekitar Rp 300.000.

Walau bisa menetralkan bau, tidak diungkapkan apakah celana dalam ini juga bisa meredam bunyi. Jadi, walau bisa jadi tak malu karena kentut yang bau, pemakai juga harus berhati-hati karena bunyi kentut masih bisa membuat malu.

Sumber: Kompas.com

6 Februari 2014

Efek Negatif Minum Minuman Bersoda


Anda penggemar minuman berSoda, atau bahkan mungkin anda salah satu seseorang yang “kecanduan” minuman bersoda?? Artikel dibawah ini akan menuliskan beberapa efek buruk Soda bagi kesehatan anda.

1. Soda tidak punya nilai gizi selain kandungan kalori dan gulanya yang tinggi
Jadi tidak heran jika kebanyakan penyuka soda akan mengalami kenaikan berat badan dan cenderung obesitas. Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein
2. Soda bersifat diuretik yang meningkatkan produksi urine
Sifat diuretik ini membuat air di dalam tubuh lebih banyak yang keluar melalui urine, jika tak diimbangi dengan minum air putih bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi
3. Kandungan asam fosfor dalam minuman soda yang menimbulkan sensasi kesegaran atau gelembung-gelembung udara ternyata dapat mengerogoti tulang.
Jika minuman soda terus menerus dikonsumsi, maka semakin lama tulang akan makin rapuh dan berbentuk seperti pori-pori yang bolong-bolong. Kepadatan tulang yang berkurang akan memicu risiko radang sendi dan osteoporosis.
4. Kandungan asam soda bisa merusak gigi
Minuman soda bisa merusak gigi karena mengandung kadar gula yang tinggi. Komponen asam soda memiliki efek merusak pada email gigi dan membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan.
5. Minum soda dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan erosi pada lapisan lambung yang mengakibatkan perut sering mulas, bergas dan masalah pencernaan lainnya.
6. Kandungan Natrium pada pada soda tidak baik untuk kesehatan jantung. Bukti dari studi penelitian ini menunjukkan bahwa terlalu banyak minum soda dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati juga.
7. Minuman soda yang dikonsumsi secara terus menerus juga bisa menimbulkan risiko kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 akibat kandungan gulanya yang tinggi, memberikan efek dari kafein yang dikandung seperti insomnia, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak beraturan.

Cara mengatasi dari kecanduan soda
1. Secara bertahap mengurangi konsumsi soda
Mulailah secara bertahap mengurangi asupan soda, jika Anda biasanya minum soda setiap hari, mulai dikurangi dengan minum hanya 5 hari sepekan dan kemudian mengurangi hingga 4 hari sepekan berikutnya. Lakukan selama 6 pekan sampai Anda tidak perlu minum soda sama sekali dalam sepekan.
2. Campur soda dengan air
Ketika memutuskan untuk berhenti minum soda, Anda biasanya akan mendambakan untuk minum soda. Cobalah untuk menyampurkan banyak es batu dalam minuman soda sampai komposisi soda lebih sedikit. Dengan cara itu konsumsi air lebih banyak dari soda.
3. Ganti dengan minuman sehat lainnya
Setiap kali ada keinginan untuk minum soda, Anda harus minum air dingin segar atau minuman sehat lain seperti susu kedelai, susu rendah lemak, jus buah dan lainnya.
4. Minum teh hijau
Ketika Anda mulai berhenti minum soda maka efek dari gejala penghentian kafein seperti sakit kepala akan cukup sering terjadi. Minum secangkir teh hijau di pagi hari dapat mengurangi gejala pusing.

Sumber: detik.com dan galeriabiee.wordpress.com

5 Februari 2014

Korea Ciptakan Taman Impian dari Pembuangan Sampah

Bermula dari kegelisahan anak bangsa Korea Selatan yang merasa bersalah ketika lingkungannya rusak tercemar limbah industri pada tahun 1970-an karena mengejar pertumbuhan ekonomi. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Bedanya, anak bangsa Indonesia belum secara total menebus ”dosa-dosa” kerusakan lingkungan yang mereka buat seperti bangsa Korea.

”Bumi tempat kita tinggal adalah warisan yang amat berharga. Generasi mendatang juga akan menempati Bumi ini. Kami mendorong masa depan yang hijau dan ramah lingkungan sehingga generasi mendatang bisa menikmati lingkungan yang asri nan sehat,” kata Yoon Seung-joon, Presiden Korea Environmental and Technology Institute, kepada pers, 29 Oktober 2013, di arena Expo Lingkungan, COEX, Seoul.

Korea Selatan menjadikan persoalan lingkungan hidup sebagai tantangan sekaligus peluang bisnis. Bahkan, bisnis industri lingkungan Korea Selatan telah merambah ke berbagai belahan dunia. Ratusan orang asing sudah berkunjung dan menyaksikan langsung proyek percontohan penanganan lingkungan hidup yang dibuat Korea Selatan.

Shim Choong-goo, pejabat Kementerian Lingkungan Hidup Korea, mengatakan, Korea telah melakukan berbagai terobosan penting di bidang teknologi untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup.

Tingginya tingkat pencemaran lingkungan karena ”Negeri Ginseng” tersebut tengah gencar-gencarnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada saat itu terjadi ketidakseimbangan sehingga menghasilkan tingkat polusi yang tinggi. Kebijakan sekarang antara mencari harmoni pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” kata Shim Choong-goo.

Lingkungan tercemar yang dimaksud Shim Choong-goo adalah sungai-sungai dan aliran-alirannya, ekosistem, kualitas udara, air minum, perkotaan yang kotor karena sampah, dan lain-lain. Sektor-sektor inilah yang sekarang mendapat perhatian Korea Selatan.

Sebelumnya, saat negeri ini dibangun di era tahun 1960-an yang kemudian berlanjut hingga tahun 1970-an, industri tumbuh cukup pesat. Saat itu perkembangan industri berat dan kimia tidak terkendali sehingga pencemaran lingkungan tidak terhindar.

Sekarang, dampak buruk dari sampah dan limbah industri dapat diatasi. Rekayasa teknologi industri pengolah sampah, limbah, dan air lindinya telah diterapkan untuk teknologi tepat guna dan telah dipasarkan ke mancanegara.

Alat-alat teknologi lingkungan buatan Korea telah mampu menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan urusan daur ulang sampah dan pemurnian air sungai dan rawa-rawa serta udara. Dengan demikian, lingkungan benar-benar kembali sehat. Ilalang di rawa-rawa menjadi tumbuh subur, capung-capung beterbangan di atasnya, binatang melata seperti ular bisa kembali hidup di lingkungan yang sudah dinormalkan kembali. Begitu pula burung-burung mulai bisa hidup di rawa-rawa dan berkembang biak.

Restorasi lingkungan hidup dengan hasil binatang-binatang yang lincah dan liar yang menjadi penghuninya dipertontonkan kepada dunia. Wartawan Kompas, Bisnis Indonesia, serta beberapa wartawan dari media di China dan Vietnam secara khusus diundang Korea Environmental and Technology Institute, lembaga yang bergerak di bidang lingkungan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea, pada minggu pertama November 2013 untuk melihat semua itu.

TPA jadi taman impian

Saat berada di tempat pembuangan akhir (TPA) Sudakwon yang terletak di luar kota Seoul—sekitar 40 menit perjalanan dengan mobil dari Seoul—ribuan orang sudah berkunjung. Sanitary landfill atau TPA dikatakan sebagai yang terbesar di dunia.

Menurut catatan pihak pengelola TPA Sudakwon, Sudokwon Landfill Site Management Corp (SLC), sudah 500.000 orang dari dalam dan luar negeri berkunjung ke TPA Sudakwon. Lokasi ini memang pantas untuk dijadikan studi banding bagi siapa saja yang berkepentingan dalam menangani sampah dan kebersihan lingkungan. TPA ini dirancang untuk bisa lahir menjadi taman impian (dream park) yang di dalamnya terdapat lapangan golf dan perumahan mewah.

TPA seluas 20 juta meter persegi ini dibagi menjadi empat lokasi TPA dan sebagian lainnya untuk kompleks olahraga dan hiburan. Penimbunan sampah di setiap TPA dibuat delapan lapis. Pertama sampah, tanah 0,5 meter, lalu ditutup sampah lagi dan seterusnya sampai delapan lapisan.

TPA 1 sudah dipakai untuk menimbun sampah sejak tahun 1992 hingga akhirnya tahun 2000 tempat ini sudah dipenuhi sampah. Pada 2001-2003 di lokasi tersebut dibangun konstruksi dan stabilisasi taman olahraga bagi warga. Tahun 2004 sampai tahun 2006 dibangun taman bunga liar, wilayah pengamatan, dan pembelajaran alam. Pada tahun 2013 dibangun lapangan golf, wilayah pengamatan lahan basah, alun-alun, lapangan olahraga berkuda yang disiapkan untuk ASEAN Games tahun 2014, dan tempat masuk ke wilayah pengamatan ekologi.

Dalam pelaksanaan dream park dari TPA ini telah ditetapkan sebagai milestone dengan rentang waktu 1992-2026. Sesuai dengan rentang waktu tersebut, di kawasan TPA Sudakwon akan terdapat fasilitas warga yang berkualitas baik.

Secara lengkap akan ada Kompleks Eco Budaya (di dalamnya terdapat kompleks sumber daya, pusat lingkungan, serta taman seni dan lingkungan). Akan ada taman olahraga (lapangan golf publik, taman observasi, jungle tracking, dan taman olahraga warga), taman rekreasi tanah dan udara, lapangan parkir, serta stasiun induk CNG. Selain itu, juga ada kompleks eco-event (meliputi arboretum, taman aroma/bunga, kebun raya, dan arena pameran lingkungan), observasi alam kompleks (danau alam, lahan basah, kawasan ekologi sungai, kawasan hutan ekologi, serta ruang pembelajaran dan observasi alam), serta kompleks penelitian lingkungan.

Sampah yang dibawa masuk ke TPA tersebut setiap hari mencapai 18.000 ton per hari. Sampah itu berasal dari rumah tangga, industri, dan konstruksi dari tiga daerah yang berpenduduk sekitar 24 juta orang, yakni kota Metropolitan Seoul, Incheon, dan Gyeonggi.

Gas yang dikumpulkan dan air lindi yang tertampung diolah dengan menggunakan teknologi mutakhir sehingga menjadi sumber daya yang berharga. Dari kawasan TPA tersebut gas didistribusikan melalui jaringan pipa yang ada ke fasilitas pembangkit listrik yang memproduksi tenaga listrik senilai 42 juta dollar AS dan menghasilkan kredit karbon 394.000 ton (CO2) dari Persatuan Bangsa-Bangsa.

Menurut catatan perencanaan SLC, nanti jjika pembangunan Kota Metropolitan Energi Lingkungan selesai dibangun pada 2020, setiap tahun akan menghasilkan energi sebesar 2,8 juta Gcal. Jumlah itu akan menjadi substitusi 1,92 juta barrel minyak mentah dan mengurangi 1,17 juta ton karbon setiap tahun.

Menurut perencanaan yang ada, Kota Metropolitan Energi Lingkungan di dalamnya terdapat Kota Limbah-Energi, Kota Energi Alam, Kota Bio-Energi, dan Kompleks Eco Budaya. Kota metropolitan dan taman yang bertema lingkungan itu akan menjadi lebih indah dengan dimanfaatkannya Gyungin Waterway.

Ditangani Korsel


Korea Selatan telah membuktikan mampu menjaga kelestarian lingkungan, menangani limbah, bahkan memulihkan lingkungan yang rusak akibat polusi. Sungai Han yang membelah kota Seoul semula kotor seperti Sungai Ciliwung, Jakarta.

Namun, kini airnya jernih dan menjadi pemandangan yang menarik. Untuk menjaga kebersihan, penduduk dilarang beraktivitas di sungai itu.

”Seperti kegiatan memancing juga tidak boleh. Namun, kalau melintas dengan perahu boleh,” kata Minjeong Jeon dari Dongyang Int’l Travel Service Inc.

Kemungkinan, kalau proyek kerja sama pemulihan Sungai Ciliwung antara Indonesia dan Korea Selatan sudah dikerjakan, nasib Ciliwung tidak mustahil seperti Sungai Han.

Saat ini Korsel tengah bersiap-siap melakukan restorasi Sungai Ciliwung setelah nota kesepahaman bersama ditandatangani Menteri Lingkungan Hidup RI Balthasar Kambuaya dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Korea You Young-sook, di Jakarta, 3 Desember 2012.

Kegiatan perbaikan Ciliwung yang akan diawali dari kawasan Masjid Istiqlal ini diperkirakan menelan dana Rp 96,4 miliar. Sebagian besar dana proyek merupakan hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup Korea.

”Kalau hitung-hitungannya sudah ketemu, kami akan mulai menggarap Ciliwung. Sekarang masih dilakukan revisi-revisi anggaran. Persoalan terberat untuk Ciliwung adalah sampahnya yang luar biasa banyak dan sungainya sangat kotor. Namun, tidak apa-apa, Sungai Han dulu juga begitu,” kata Lee Joon-heon, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan KC Rivertech Co Ltd, Korea, seusai konferensi tentang teknologi lingkungan terdepan Korea di Seoul.

Hadir sebagai pembicara dalam konferensi itu adalah Shim Choong-goo dari Kementerian Lingkungan Hidup Korea serta sejumlah pimpinan industri lingkungan hidup, yakni Yoon Young-joon, Direktur Boo Kang Tech Co Ltd; Lee Sung-jin, Wakil Presiden Ceracomb Co Ltd; Park Seung-il, pimpinan EnbioCons Co Ltd; dan Lee Byung-sun, Presiden Forcebel Co Ltd.

Para pembicara bersemangat ketika berbagi pengetahuan dan pengalaman. Korea Selatan telah dipercaya banyak negara, antara lain China dan Vietnam. Bahkan, Korea Selatan juga dimintai bantuan merancang masterplan (tata ruang induk) yang ramah lingkungan di 12 negara dan melakukan studi kelayakan untuk proyek lingkungan internasional di 112 negara.

Sumber: Kompas.com